Celana Dalam Wanita CantiQ



NASEHAT SEORAMG IBU TENTANG CELANA DALAM
Di sebuah acara televisi,
saya melihat seorang yang sedang terjatuh dari ketinggian ratusan meter,
tapi bukan soal nyawa yang pertama kali dia ingat, tapi celana dalam yang dipakainya.
Orang yang sedang bertaruh dengan maut ini merasa bersyukur
bahwa selama ini ia selalu mengamalkan nasihat ibunya tentang celana dalam.
''Pakailah selalu yang baik dan bersih. Ini penting jika suatu hari
kau terpaksa harus menghadapi kejadian yang tak diinginkan,'' begitu nasihat sang ibu....

Dan ibu ini benar. Ketika para tenaga medis mulai berdatangan menolongnya,
menelanjanginya untuk memeriksa kakinya yang patah dan kemudian mengoperasinya,
orang ini bersyukur, bahwa ia masih konsisten mematuhi nasihat sang ibu;
memakai celana dalam yang bersih dan bagus.
Karena bahkan di dalam keadaan terburuk sekalipun,
orang masih perlu memelihara kehormatannya.
Apa jadinya jika yang ia kenakan adalah jenis celana yang sudah molor kolornya,
sudah meranggas di sana-sini, orang ini pasti akan menanggung derita dua kali.
Sudah jatuh, kena aib lagi.

Celana dalam memang sering kita remehkan cuma gara-gara letaknya di dalam.
Saya pernah punya teman yang begitu ingin belajar yoga.
Suatu hari, dalam sebuah perjalanan rombongan, kami bertemu dengan seorang guru yoga
yang berjanji akan mengajari kami, langsung jika kami sudah tiba di hotel nanti.
Tak cuma sang murid yang bersemangat, guru ini pun jauh lebih bersemangat.
Begitu semangatnya, sehingga saat itu juga, begitu baru saja di hotel kami tiba,
ia sudah meminta calon murid ini melepas seluruh pakaiannya, kecuali celana dalamnya.

Suasana kemudian jadi tegang sekali.
Sang murid yang semula amat bersemangat belajar yoga ini jadi terpaku lama
mendengar permintaan gurunya. Tapi guru ini sudah terlanjut bersemangat.
Ia meminta dan terus meminta agar si murid ini segera menuruti permintaannya
sementara si murid masih ngotot berdiam diri saja.
Adakah minatnya tentang yoga redup tiba-tiba? Tidak.
Kawan saya ini cuma kebingungan karena ia memakai celana dalam yang keliru,
sudah kumal dan tua, dengan bentuk yang sudah kondor sempurna.
Dan celana ini sebetulnya tak lebih dari setumpuk gombal berlobang.
Dan ketika ia dengan terpaksa membuka seluruh pakaiannya,
celana ini akan menjadi sejarah penting dalam hidupnya
karena sanggup membuat seluruh ruangan tergelak bersama-sama.
Pasti pengalaman yang mustahil ia lupa.

Bagi Anda kaum perempuan ilustrasi berikut ini penting sekali.

Ini terjadi di sebagian masa remaja saya, ketika seluruh dari anggota gerombolan kami
sedang jatuh cinta secara massal kepada cewek yang sama.
Di dalam komunitas kami, cewek itu begitu cantiknya sehingga menyihir kami semua.
Kami bersaing sengit memperebutkan cintanya, tapi agaknya
kemalangan harus menghampiri kedua belah pihak
hanya karena celana dalam yang dipakainya.

Suatu hati, salah seorang di antara kami, karena begitu kerasnya mendekati cewek ini,
sampai bisa mendapatkan keberuntungan berikut ini;
di sebuah kesempatan ia berdiri tepat di sebelah cewek yang tengah duduk ini.
Dari ketinggian, ia melihat dengan jelas celah di pinggang wanita cantik ini
bentuk celana dalamnya yang sudah demikian merana.
Sabuk elastiknya telah hancur total.
Elastik itu digambarkan oleh si kawan yang kurang ajar ini
sudah seperti laju ombak pantai selatan,
bergelombang dan begitu buruknya.
Apalagi jika bandingannya adalah kecantikan dari seorang wanita
yang selama ini membuat kami semua tergila-gila.

Semenjak itu pamor wanita cantik ini redup seketika.
Jika ia melintas, bukan lagi kecantikannya yang menggoda
melainkan celana dalamnya yang molor itu.
Gunjingan segera menyebar luas
apalagi sudah lama popularitas cewek ini
ditanggapi dengan penuh iri dengki oleh lawan-lawan politiknya.
Secara pribadi, saya sendiri menyesal,
kenapa wanita seelok itu masih memelihara celana dalam seburuk itu.

Kadang-kadang, kita memang tidak pernah menghormati celana dalam
cuma karena letaknya yang di dalam.
Kita adalah para penyuka kesempurnaan luaran
sambil diam-diam suka menyimpan keburukan di kedalaman

Comments :

1
Kumpulan Cerita Pilihan mengatakan...
on 

Ada-ada saja, tapi siip deh...